Minggu, 30 November 2025

Recount Text

........................................................................

..............................................................
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
 
       A few years ago, when I was still in Grade 7, I took part in two different service activities that became meaningful memories for me. The first activity was Friday Cheerfulness, a program held on Fridays where I helped the teacher who guided the children during the activity. The second activity was joining the school choir, which took place at Kemuning Church on a different day. Even though these two activities were done separately, both of them gave me valuable experiences that I still remember clearly. Now that I am already in Grade 9, these moments feel like memories from the past that helped me grow, learn, and become more confident.

       During Friday Cheerfulness, I helped the teaching instructor in preparing the activity for the children. I usually arrived earlier to help set up the room and organize the materials needed, such as worksheets, colored pencils, story cards, and fun learning tools. I also assisted in arranging chairs, preparing tables, and making sure everything was ready before the children arrived.


........................................................................................................

       When the activity began, I helped welcome the children and guided them as they joined the session. Some of them were shy, some were very energetic, and others looked excited to start the activities. I helped distribute the worksheets, accompanied them while they colored, read, or played simple learning games, and gave instructions when they needed help. It made me happy to see them enjoying the activity, smiling, laughing, and learning in a fun way. From this experience, I learned to be patient, to understand different personalities, and to communicate clearly.

       I also learned from watching the instructor teach and manage the group. I paid attention to how the instructor explained things, kept the children focused, and created a cheerful atmosphere. I felt grateful to be part of the program because I could see how enjoyable learning could be when guided with kindness and creativity.

       A few days after Friday Cheerfulness, on a different day, I joined the school choir service at Kemuning Church. This activity was very different from the first one. In the choir, we focused more on singing practice, learning harmonies, and preparing songs for performances. I attended the practice with my friends who were also part of the choir. We started each session with vocal warm-ups, breathing exercises, and matching our voices so the sound would blend well together.

       Choir practice taught me new things that were different from helping children. I learned about teamwork, rhythm, tone accuracy, and listening to others while singing. We practiced several songs that we would perform for school and church events. Sometimes it was challenging, especially when we had to keep the same pitch or stay in the right tempo, but the practice was still enjoyable because we worked together and supported one another. I also learned to listen to the choir coach, accept corrections, and fix the parts that needed improvement.

       At first, I felt shy and worried that my voice would sound wrong. But after practicing many times, I slowly became more confident. I realized that singing in a choir was not about being perfect alone, but about contributing to a group so that the harmony sounded beautiful. Being part of the choir made me feel proud because I could join something meaningful and appreciated by others.

       These two service activities became important experiences in my personal development. Even though they happened when I was still in Grade 7, the memories are still clear now that I am in Grade 9. Through Friday Cheerfulness, I learned responsibility, kindness, and how to support younger children in learning. Through the choir at Kemuning Church, I learned cooperation, courage, and the importance of practicing with dedication.

       Both experiences helped me understand that service is not just an activity, but also an opportunity to grow, to share, and to give something positive to others. I feel proud to have been part of these activities, and the lessons I learned remain valuable in my life today.


Saint Mary Ways

--------------------------------------------------------------

S E E - 

       Kegiatan koor sekolah yang dilaksanakan di Kemuning menjadi salah satu aktivitas yang mempertemukan para siswa dalam suasana penuh kebersamaan. Pada hari latihan tersebut, para anggota koor datang membawa semangat untuk berlatih lagu yang akan dibawakan dalam acara sekolah. Ruangan yang digunakan cukup nyaman, meskipun tidak terlalu luas. Suasana awal latihan terasa cukup tenang sebelum akhirnya seluruh anggota mulai berkumpul satu per satu.

       Saat latihan dimulai, terlihat bahwa beberapa anggota koor masih belum menguasai bagian lagu tertentu, terutama bagian harmoni yang membutuhkan pemahaman nada dan pembagian suara yang tepat. Ada juga beberapa siswa yang masih malu dan kurang percaya diri ketika harus menyanyi dengan suara penuh. Ketika pelatih meminta masing-masing kelompok suara untuk menyanyikan bagian mereka, suara yang terdengar masih belum seimbang. Sopran terdengar lebih dominan, sementara alto dan tenor masih belum stabil dalam intonasi.



        Selain itu, kehadiran anggota juga menjadi
perhatian. Beberapa siswa datang terlambat sehingga latihan tidak bisa dimulai sesuai jadwal. Keterlambatan ini membuat alur latihan menjadi kurang efektif dan membuat pelatih harus mengulang instruksi dari awal. Peralatan musik seperti keyboard dan speaker juga tidak selalu tersedia atau terkadang mengalami gangguan teknis sehingga pelatih harus mencari alternatif dalam memberikan nada dasar.

       Walaupun terdapat kendala tersebut, suasana latihan tetap menunjukkan semangat kebersamaan. Para anggota saling memperhatikan, mencoba mendengarkan suara teman di sampingnya, dan berusaha menyesuaikan tempo. Ada momen tawa ketika suara tidak selaras, tetapi tawa itu bukan tanda menyerah, melainkan bagian dari proses belajar bersama. Latihan ini juga memperlihatkan bahwa meskipun masih banyak yang harus ditingkatkan, para anggota memiliki kemauan untuk berkembang dan menghargai proses yang sedang dijalani.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
J U D G E -
       Dari situasi yang tampak selama kegiatan koor di Kemuning, kami menyadari bahwa latihan koor bukan sekadar aktivitas bernyanyi. Ia merupakan proses pembentukan karakter, disiplin, dan kerjasama. Ketika beberapa anggota datang terlambat, hal itu menunjukkan perlunya sikap tanggung jawab dan penghargaan terhadap waktu bersama. Keterbatasan kepercayaan diri dalam menyanyi menandakan bahwa latihan koor adalah tempat belajar untuk berani tampil, berani mencoba, dan berani gagal sebelum akhirnya berhasil.


Selain menilai keadaan dari sudut teknis, kami juga mencoba melihatnya dari nilai-nilai keteladanan, khususnya nilai teladan Bunda Maria. Dalam tradisi iman, Bunda Maria dikenal sebagai pribadi yang:

rendah hati
✨ taat
✨ setia
✨ penuh kesabaran
✨ mau mendengarkan

       Sikap rendah hati Bunda Maria mengingatkan bahwa dalam koor, tidak ada suara yang lebih penting dari yang lain. Semua suara, baik sopran, alto, tenor, maupun bass memiliki peran untuk menghasilkan harmoni yang indah. Nilai ketaatan dan kesetiaan juga relevan dengan mengikuti arahan pelatih, menjaga komitmen hadir dalam latihan, dan tetap setia berproses meskipun belum sempurna. Kesabaran Bunda Maria menjadi pengingat bahwa kemampuan bernyanyi tidak tumbuh dalam satu hari, melainkan melalui pengulangan, keberanian, dan ketekunan. Dan yang paling penting, teladan mendengarkan mengajarkan bahwa anggota koor harus mau mendengar suara orang lain, bukan hanya suaranya sendiri.

       Dengan demikian, kegiatan koor ini bukan hanya tempat melatih vokal, tetapi juga ruang untuk membangun sikap yang mencerminkan keteladanan. Latihan menjadi kesempatan untuk tumbuh, bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab, penuh empati, dan mau bekerja sama demi tujuan bersama.

       Teladan Bunda Maria juga mengingatkan bahwa keindahan tidak tercipta dalam kesempurnaan instan, tetapi dalam proses yang dilakukan dengan hati. Dengan meneladani sikap Maria, latihan koor menjadi lebih dari sekadar persiapan tampil tetapi perjalanan membangun karakter.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

A C T - 

       Sebagai tindak lanjut dari pengamatan dan refleksi tersebut, kami sepakat untuk melakukan beberapa langkah nyata agar kegiatan koor di Kemuning dapat berkembang lebih baik. Langkah-langkah tersebut antara lain:


☆ Berkomitmen untuk hadir tepat waktu agar latihan berjalan lebih efektif dan tertib.
☆ Melakukan pemanasan vokal dengan lebih serius, karena suara yang baik berasal dari persiapan yang baik.
☆ Membuat pembagian suara yang lebih terstruktur, sehingga setiap anggota tahu perannya.
☆ Berlatih mandiri di rumah, minimal mengulang bagian suara yang menurut kami paling sulit.
☆ Saling memberi motivasi dan dukungan, terutama kepada teman yang masih kurang percaya diri.
☆ Bekerja sama dengan pelatih untuk memeriksa perlengkapan seperti keyboard dan speaker sebelum latihan dimulai.
☆ Menjaga sikap saling menghargai selama proses latihan, baik dalam berbicara maupun saat memberikan masukan.
☆ Menerapkan teladan Bunda Maria dalam sikap sabar, rendah hati, dan mau mendengarkan.

    Dengan menjalankan langkah-langkah ini, diharapkan koor sekolah di Kemuning dapat tumbuh menjadi kelompok yang harmonis, solid, dan mampu memberikan penampilan terbaik dalam kegiatan sekolah dan lingkungan sekitar. Koor bukan hanya tentang suara, tetapi tentang kebersamaan yang menghasilkan keindahan.















Rabu, 19 November 2025

Persiapan Ulangan

 

Persiapan Ulangan


       Menghadapi ulangan Informatika, khususnya materi Konversi Bilangan, saya akan membuat suatu persiapan sebelum menjelang ulangan tiba. Materi ini memerlukan pemahaman konsep yang kuat serta ketelitian dalam menghitung. Sistem bilangan seperti desimal, biner, oktal, dan heksadesimal yang mungkin akan terlihat rumit pada awalnya. Artikel ini disusun untuk memberitahu persiapan yang saya lakukan sebelum ulangan. Dengan persiapan yang terarah dan latihan yang konsisten, akan dapat menghadapi ulangan dengan lebih percaya diri dan memperoleh hasil terbaik.


1. Hal yang Harus Dipersiapkan

a. Pemahaman Materi Dasar

Pastikan menguasai konsep berikut:

  • Pengertian sistem bilangan (desimal, biner, oktal, heksadesimal)

  • Fungsi sistem bilangan dalam komputer

  • Konversi antar sistem bilangan

  • Tabel nilai pangkat 2, 8, dan 16

b. Hafalan Penting

  • Biner 4 bit → Hex

  • Biner 3 bit → Oktal

  • Pangkat 2 sampai 2⁸

  • Nilai A–F pada hex

c. Contoh-contoh soal dasar

Latihan konversi dasar sebelum masuk soal sulit.

2. Peralatan yang Disiapkan

  • Buku catatan konversi

  • Tabel 4-bit & 3-bit ringkas

  • Kertas latihan + kalkulator untuk cek hasil (setelah selesai, bukan saat ulangan)

  • Stabilo untuk menandai bagian penting




5. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

❌ Membaca biner dari kiri tanpa mengecek pangkat
❌ Lupa kelompok 3 bit / 4 bit
❌ Tergesa-gesa menghitung sisa pembagian
❌ Tidak mengecek jawaban
❌ Menghafal tanpa latihan






Gerbang Logika

 G erbang L ogika Gerbang logika adalah komponen dasar dalam sistem digital yang digunakan untuk memproses data biner , yaitu angka 0 dan 1...